Home / Daerah / Dunia

Kamis, 28 Maret 2024 - 08:47 WIB

Warga Protes, Puluhan Pengungsi Rohingya di Aceh Barat Direlokasi

Para pengungsi Rohingya yang baru tiba beristirahat di tempat penampungan di Meulaboh, Aceh Barat, 23 Maret 2024. (Foto: Zahlul Akbar/AFP)

Para pengungsi Rohingya yang baru tiba beristirahat di tempat penampungan di Meulaboh, Aceh Barat, 23 Maret 2024. (Foto: Zahlul Akbar/AFP)

Meulaboh – Puluhan pengungsi Rohingya yang diselamatkan setelah kapal mereka terbalik di lepas pantai paling barat Indonesia pekan lalu terpaksa meninggalkan tempat penampungan sementara mereka karena protes warga setempat, kata seorang pejabat badan urusan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) (United Nations High Commissioner For Refugees/UNHCR), Rabu (27/3).

Etnis Rohingya yang sebagian besar beragama Islam mengalami penganiayaan berat di Myanmar. Ribuan orang Rohingya mempertaruhkan nyawa mereka setiap tahun dalam perjalanan laut yang panjang dan mahal untuk mencapai Malaysia atau Indonesia.

Namun masuknya pengungsi telah memicu kemarahan masyarakat di Provinsi Aceh. Sejumlah warga setempat mendorong kapal yang membawa warga Rohingya kembali ke laut atau mencoba menyerbu tempat penampungan sementara mereka dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga  Kolaborasi dengan PDGI, PT PIM Realisasikan Program Aku Sehat

Para korban yang selamat dari tenggelamnya kapal minggu lalu dibawa ke kantor kepala pemerintah daerah di Aceh Barat, kata Faisal Rahman, seorang anggota staf UNHCR di Aceh, kepada AFP.

“Mereka ditempatkan ke halaman belakang kantor bupati,” ujarnya.

Pihak berwenang pada Kamis (21/3) lalu menyelamatkan 69 pengungsi Rohingya yang ditemukan sedang menempel di lambung kapal mereka yang terbalik selama lebih dari sehari. Enam lainnya berhasil diselamatkan oleh nelayan sehari sebelumnya.

Setidaknya 11 orang Rohingya ditemukan tewas di laut setelah tim penyelamat membatalkan pencarian pada Jumat. Namun, beberapa orang yang selamat mengatakan lebih dari 150 orang berada di dalam kapal ketika kapal itu terbalik.

Para penyintas diberi perlindungan di sebuah gedung tua Palang Merah di Kabupaten Aceh Barat. Namun puluhan warga setempat menyerbu gedung tersebut pada Selasa (26/3) untuk menuntut penggusuran, sehingga memaksa pihak berwenang untuk memindahkan kelompok pengungsi yang berjumlah 75 orang tersebut.

Baca Juga  Sambut HUT ke-56, BPJS Kesehatan Gelar Lomba Cover Lagu: Total Hadiah Rp40 Juta

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Lalu Muhamad Iqbal mengatakan kepada AFP pada Rabu (27/3) bahwa Indonesia memberikan tempat penampungan sementara kepada warga Rohingya karena alasan kemanusiaan. Namun PBB dan negara-negara yang menandatangani Konvensi Pengungsi PBB diwajibkan “untuk memberikan tempat tinggal permanen”.

Indonesia bukan negara penandatangan konvensi tersebut.

Dari pertengahan November hingga akhir Januari, 1.752 pengungsi Rohingya mendarat di wilayah Indonesia, menurut UNHCR, yang menyatakan bahwa ini adalah gelombang pengungsi terbesar sejak 2015.

Beberapa warga Aceh memprotes pengungsi Rohingya yang mencapai daratan.

Pada Desember, ratusan mahasiswa memaksa relokasi lebih dari seratus pengungsi Rohingya, menyerbu ruang serbaguna tempat mereka berlindung dan menendang barang-barang mereka.

Dalam insiden lain, garis pembatas polisi dipasang untuk menghentikan warga setempat menyerbu tempat penampungan Rohingya di pulau Sabang, Aceh.

Banyak warga Aceh yang bersimpati terhadap penderitaan sesama umat Islam.

Namun ada pula yang mengatakan kesabaran mereka telah diuji dan menuduh warga Rohingya berperilaku antisosial.[]

Sumber: voaindonesia.com

Share :

Baca Juga

Daerah

Selamat, Magister Administrasi Publik Unimal Peroleh Akreditasi Unggul

Daerah

Kolaborasi dengan PDGI, PT PIM Realisasikan Program Aku Sehat

Daerah

Sambut HUT ke-56, BPJS Kesehatan Gelar Lomba Cover Lagu: Total Hadiah Rp40 Juta

Daerah

Gunakan Sabu, Polisi Tangkap Dua Wanita dan 1 Pria di Lhokseumawe

Daerah

Tiga Pria Penjual Orangutan di Aceh Tamiang Ditangkap Polisi

Daerah

PT PIM Salurkan Bantuan Masa Panik Untuk Korban Angin Kencang di Aceh Utara

Daerah

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak 173 Bangunan di Tanah Luas

Daerah

Promosikan Wisata, Pemko Lhokseumawe Gandeng Gen Z pada Ajang Duta Wisata