Home / Hukum / Nasional

Minggu, 26 Mei 2024 - 22:57 WIB

Revisi UU Penyiaran Harus Ditolak, Jangan Mundur ke Zaman Kegelapan

Jakarta – Revisi Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran harus ditolak. Perubahan beleid yang memuat pasal kontroversial itu dinilai hanya membuat mundur ke zaman kegelapan pada orde baru.

Baca Juga  Gunakan Sabu, Polisi Tangkap Dua Wanita dan 1 Pria di Lhokseumawe

“Revisi UU Penyiaran harus ditolak bila tidak sejalan dengan kemerdekaan pers. Sebab, Indonesia tidak boleh mundur ke zaman kegelapan dimana rezim berkuasa mengebiri kemerdekaan pers,” kata pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul M Jamiluddin Ritonga kepada Medcom.id, Minggu, 26 Mei 2024.

Jamiluddin mengatakan apabila revisi dilanjutkan, maka pasal-pasal yang bertentangan dengan kemerdekaan pers harus dilenyapkan. Terlebih pasal yang menyoal liputan investigasi.

Upaya meniadakan liputan investigasi, kata dia, sama saja ingin memberangus kemerdekaan pers. Hal itu tak boleh terjadi karena tidak sejalan dengan konstitusi dan amanat reformasi.

Baca Juga  Gunakan Sabu, Polisi Tangkap Dua Wanita dan 1 Pria di Lhokseumawe

“Sebab, investigative reporting bagian dari kontrol sosial yang diperlukan dalam demokrasi. Karena itu, investigative reporting itu ibarat ruhnya demokrasi,” ucap Jamiluddin.

Draf revisi UU tentang Penyiaran menuai kontroversi. Pasal 50 B ayat 2 huruf (c) menjadi pasal yang paling disorot lantaran memuat aturan larangan adanya penyiaran eksklusif jurnalistik investigasi. Berikut bunyi pasal 50 B ayat 2 huruf (c):

‚ÄúSelain memuat panduan kelayakan Isi Siaran dan Konten Siaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1), SIS memuat larangan mengenai:…(c.) penayangan eksklusif jurnalistik investigasi.[]

Medcom

Share :

Baca Juga

Daerah

Gunakan Sabu, Polisi Tangkap Dua Wanita dan 1 Pria di Lhokseumawe

Daerah

Tiga Pria Penjual Orangutan di Aceh Tamiang Ditangkap Polisi

Nasional

Aplikasi MyTelkomsel Jadi SuperApp, Bisa Bayar Tol Tanpa Tap Kartu Lagi!

Ekonomi

Tembus Ratusan Triliun, Segini Uang Negara Habis Buat Gaji-Tukin PNS

Nasional

Keponakan Prabowo, Thomas Djiwandono Calon Wakil Menteri Keuangan, Untuk Memuluskan Transisi Kekuasaan?

Nasional

TechnoPlast Unimal Jalani Visitasi, Ini Harapan Rektor Unimal

Daerah

Selebgram Asal Aceh Jaya Jadi Tersangka Promosi Judi Online

Nasional

Magister Sosiologi Unimal Jalani Asesmen Lapangan untuk Akreditasi BAN-PT