Home / Daerah

Kamis, 13 Juni 2024 - 09:20 WIB

Rembuk Tani 2024 : Mendengar Aspirasi, Menguatkan Pertanian

PT Pupuk Indonesia berkolaborasi dengan PT
Pupuk Iskandar Muda mengadakan kegiatan Rembuk Tani yang  berlangsung di Desa Ketol, Kabupaten Aceh Tengah

PT Pupuk Indonesia berkolaborasi dengan PT Pupuk Iskandar Muda mengadakan kegiatan Rembuk Tani yang berlangsung di Desa Ketol, Kabupaten Aceh Tengah

Aceh Tengah – PT Pupuk Indonesia berkolaborasi dengan PT Pupuk Iskandar Muda mengadakan kegiatan Rembuk Tani yang berlangsung di Desa Ketol, Kabupaten Aceh Tengah. Sebanyak 200 petani turut hadir dalam kegiatan ini, 6 Juni 2024.

Dalam sambutannya, VP Manajemen Produk Pupuk Indonesia, Hoky Prasepta menyampaikan bahwa Pupuk Indonesia, sebagai BUMN yang bertanggung jawab atas penyediaan dan penyaluran pupuk bersubsidi, terus melakukan berbagai upaya guna mendukung program ketahanan pangan pemerintah. Tahun Anggaran 2024, pemerintah telah menaikkan volume pupuk bersubsidi dari 4,7 juta ton menjadi 9,55 juta ton. Kebijakan penambahan volume ini perlu disosialisasikan secara luas agar petani yang terdaftar dapat mengetahui dan menerima manfaatnya.

Pengawasan yang baik pada pelaksanaan distribusi dan penyaluran tambahan volume alokasi pupuk bersubsidi juga sangat diperlukan. “Penyaluran pupuk bersubsidi ini merupakan tugas besar yang harus dilaksanakan bersama. Pupuk Indonesia memerlukan kerjasama dan kolaborasi dengan semua pihak terkait, yaitu Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, Distributor, Pengecer, dan Lembaga Pengawas Pemerintah, sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing,” ungkap Hoky Prasepta.

Pada kesempatan ini, juga disampaikan bahwa Pupuk Indonesia memastikan ketersediaan stok di semua lini untuk mendukung kebijakan pemerintah terkait tambahan alokasi. Per tanggal 5 Juni 2024, tercatat posisi stok di Provinsi Aceh sebesar 37.874 ton, yang terdiri dari pupuk subsidi sebesar Urea 32.827 Ton atau mencapai 1.001% dari ketentuan stok minimum yang ditentukan dan NPK 5.047 Ton atau mencapai 164% dari ketentuan stok minimum yang ditentukan serta pupuk non subsidi sebesar 1.857 ton (Urea 1.431 Ton dan NPK 426 Ton). Sementara untuk realisasi penyaluran pupuk bersubsidi secara nasional, hingga kini telah mencapai 2.589.081 Ton atau 27,1 % dari Total alokasi 9,5 juta Ton.

Baca Juga  Gunakan Sabu, Polisi Tangkap Dua Wanita dan 1 Pria di Lhokseumawe

Dukungan dari seluruh pemangku kepentingan di lapangan sangat diperlukan, yaitu:

  1. Percepatan penerbitan SK Alokasi per Kabupaten/Kota dan Kecamatan serta memastikan alokasi tidak ada sebaran bulanannya sehingga penyaluran pupuk bersubsidi dapat dioptimalisasi (Dinas Pertanian Daerah).
  2. Penyamaan persepsi dan kepastian mekanisme proses verifikasi dan validasi dokumen penyaluran pupuk bersubsidi oleh Tim Verval Kecamatan.
  3. Distributor dan Pengecer diinstruksikan untuk memastikan ketersediaan stok serta melaksanakan penyaluran pupuk bersubsidi sesuai ketentuan yang diatur dalam Juknis SK Dirjen PSP Kementan Nomor 07 Tahun 2024.
  4. Para ketua kelompok tani agar dapat menyebarkan informasi bahwa terdapat alokasi tambahan pupuk bersubsidi yang dapat ditebus menggunakan KTP sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain pupuk bersubsidi, Pupuk Indonesia Grup juga memiliki banyak produk unggulan, salah satunya adalah NPK Phonska Plus Formula 16-16-16, yang memiliki spesifikasi Nitrogen 16%, Fosfat 16%, dan Kalium 16%. Pupuk ini mudah diaplikasikan dan cocok untuk segala tanaman.

Baca Juga  Gunakan Sabu, Polisi Tangkap Dua Wanita dan 1 Pria di Lhokseumawe

Hingga tahun 2024, telah dilakukan demplot NPK Phonska Plus Formula 16-16-16 di beberapa daerah, termasuk Kabupaten Pidie, Kabupaten Bireun, dan Kabupaten Aceh Utara. Hasilnya menunjukkan peningkatan hasil panen rata-rata 0,67 ton/ha. Di Kabupaten Aceh Tengah juga telah dilakukan demplot Product to Market Fit menggunakan Pupuk Urea dan NPK PIM pada tanaman tomat dan cabai merah, yang menunjukkan peningkatan hasil panen 10% untuk tomat dan 30% untuk cabai dibandingkan dengan perlakuan sebelumnya.

SVP Administrasi Keuangan Pupuk Iskandar Muda, Syahrul Kamal menambahkan, “Kami sangat menghargai kesempatan ini untuk berinteraksi langsung dengan para petani. Mendengarkan aspirasi dan keluhan mereka sangat penting bagi kami untuk terus berinovasi dan menyediakan produk yang memenuhi kebutuhan mereka. Kami juga berkomitmen untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang produk kami, terutama produk non-subsidi yang berkualitas tinggi,” ungkapnya.

PJ Bupati Aceh Tengah, Ir. T. Mirzuan, MT, dalam sambutannya juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan petani untuk mencapai kesejahteraan bersama, “Kegiatan seperti ini menunjukkan komitmen nyata dari Pupuk Indonesia dan Pupuk Iskandar Muda dalam mendukung pembangunan pertanian di Aceh Tengah. Kami sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan untuk mendengarkan dan merespons kebutuhan petani.” Dengan suksesnya kegiatan Rembuk Tani ini, Pupuk Indonesia Grup berharap dapat terus memperkuat hubungan dengan para petani, meningkatkan penjualan produk non-subsidi, dan memastikan kebutuhan petani terpenuhi dengan baik.[]

Share :

Baca Juga

Daerah

Gunakan Sabu, Polisi Tangkap Dua Wanita dan 1 Pria di Lhokseumawe

Daerah

Tiga Pria Penjual Orangutan di Aceh Tamiang Ditangkap Polisi

Daerah

PT PIM Salurkan Bantuan Masa Panik Untuk Korban Angin Kencang di Aceh Utara

Daerah

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak 173 Bangunan di Tanah Luas

Daerah

Promosikan Wisata, Pemko Lhokseumawe Gandeng Gen Z pada Ajang Duta Wisata

Daerah

Gait Pendanaan Lembaga Internasional, Dosen Kedokteran Unimal Gelar Brain Awareness Week di Lhokseumawe

Daerah

Diisukan Maju Cagub, Ketua DPRA Minta Pj Gubernur Aceh Mundur-Tak Munafik

Daerah

Hitung Ulang Surat Suara, Kursi Gerindra di DPRA Beralih ke PAS di Aceh Timur