Home / Hukum / Nasional

Selasa, 30 April 2024 - 21:22 WIB

Ratu Narkoba Asal Bireuen Dituntut Pidana Mati

Paras Ratu Narkoba Aceh nyonya N. Rumah mewah di sudut Desa Juli Paseh Bireuen diduga milik nyonya N yang dibangun semasa Ar menjadi suaminya. (Realitasonline.id/AJ)

Paras Ratu Narkoba Aceh nyonya N. Rumah mewah di sudut Desa Juli Paseh Bireuen diduga milik nyonya N yang dibangun semasa Ar menjadi suaminya. (Realitasonline.id/AJ)

Medan – Ratu narkoba dari Aceh, Hanisah alias Nisa (39) dituntut jaksa dengan pidana mati. Dia terbukti bersalah mengendalikan peredaran sabu seberat 52,5 kg dan 323.822 butir ekstasi, dalam sidang virtual di ruang Cakra 5, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (29/4/2024).

Selain Hanisah, kelima terdakwa lainnya yakni, Hamzah alias Andah Bin Zakaria (31), Al Riza alias Riza Amir Aziz (29), Mustafa alias Pak Muis (55), Nasrullah alias Nasrul Bin Yunus (33), dan Maimun alias Bang Mun (54) juga dituntut mati.

Baca Juga  Dua Jemaah Haji Aceh Meninggal Dunia di Arab Saudi

Jaksa penuntut umum (JPU) Rizkie Andriani Harahap dan Tommy Eko Pradityo dalam nota tuntutannya, perbuatan para terdakwa dinilai melanggar Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Meminta agar majelis hakim menjatuhkan pidana kepada terdakwa Hanisah, Hamzah, Al Riza alias Riza Amir Aziz, Mustafa, Nasrullah dan Maimun dengan pidana mati,” tegasnya.

Menurut JPU, hal yang memberatkan perbuatan para terdakwa yakni tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkoba, berbelit-belit memberikan keterangan dalam persidangan. “Sementara hal yang meringankan tidak ditemukan,” katanya.

Usai mendengarkan pembacaan tuntutan, majelis hakim diketuai Abdul Hadi Nasution menunda persidangan hingga pekan depan, dengan agenda pembelaan (pledoi) dari para terdakwa maupun penasehat hukumnya.

Baca Juga: Menilik Rekor Pertemuan Timnas Indonesia vs Uzbekistan dan Statistik Menurut AFC

Baca Juga  Pilkada Aceh 2024 dan Tahapannya

Mengutip dakwaan, perkara ini bermula pada 22 Oktober 2022, terdakwa Hanisah bersama dengan Maimun alias Bang Mun, Salman (DPO) dan Erul (DPO) bertemu di Malaysia untuk membicarakan jual beli narkotika jenis sabu dan ekstasi.

Terdakwa Hanisah alias Nisa bersama kelima terdakwa lainnya diamankan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) RI pada 8 Agustus 2023 lalu, mereka ditangkap di tempat yang berbeda.

Lebih lanjut, penangkapan itu berawal dari hasil sidak yang dilakukan terhadap sebuah ruko depan pasar Sunggal, Kota Medan. Dari penangkapan itu, BNN berhasil mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 52.520 gram dan 323.822 butir ekstasi.

Selain narkotika, BNN juga mengamankan 1 unit mobil yang juga berada di dalam ruko dan rencananya akan digunakan sebagai alat atau sarana mengangkut dan membawa sabu serta pil ekstasi tersebut.[Jawapos]

Share :

Baca Juga

Nasional

Magister Sosiologi Unimal Jalani Asesmen Lapangan untuk Akreditasi BAN-PT

Nasional

Begini Cara Cek Sertifikat Tanah Asli atau Palsu Online

Daerah

43 orang ditangkap dalam kasus penyelundupan etnis Rohingya ke Aceh

Daerah

Pegawai Honorer Aceh Besar Jadi Korban Penyekapan dan Perampokan, 3 Pelaku Ditangkap

Nasional

Begini Cara Memindahkan File Menggunakan Google Takeout

Nasional

Mengintip Gaji Ketua KPU Hasyim Asy’ari Sebelum Dipecat

Figur

Abuya Syech Amran Wali Al Khalidy Sambut Tiga Sultan di MPTT Cawang Jakarta

Agama

Besok 1 Muharam 1446 H, Intip Tradisi Sambut Tahun Baru Islam di Dunia