Home / Dunia

Rabu, 22 Mei 2024 - 20:45 WIB

Pasukan Israel Serang Dua Rumah Sakit Terakhir di Gaza

Pasukan Israel lakukan serangan tanpa henti ke Gaza. Foto: AFP

Pasukan Israel lakukan serangan tanpa henti ke Gaza. Foto: AFP

Rafah – Pasukan Israel menyerang dua rumah sakit di Jalur Gaza utara ketika mereka mendorong lebih jauh ke kamp pengungsi Jabalia dan meningkatkan pengeboman di distrik Rafah yang padat.

Blokade Israel terhadap bantuan dan peningkatan serangan terhadap Rafah telah memaksa badan PBB untuk menghentikan distribusi makanan.

Penembakan artileri menghantam Rumah Sakit al-Awda, utara Jabalia, yang dikepung Israel sejak akhir pekan. Rumah Sakit Kamal Adwan di Beit Lahia juga dibom, memaksa pasien yang terbaring di tempat tidur dan staf medis dievakuasi.
Pada hari Senin, tim medis di al-Awda mengatakan bahwa penembak jitu “mengincar gedung dan sebuah roket artileri menghantam lantai lima, tempat departemen administrasi berada,” menurut Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, seperti dikutip AFP, Rabu 22 Mei 2024.

“Kami sangat prihatin dengan keselamatan pasien dan staf rumah sakit yang tersisa. Kami memohon perlindungan mereka, akses kemanusiaan dan gencatan senjata segera,” kata Ghebreyesus di X.

Di Kamal Adwan, peluru menghantam gerbang unit gawat darurat, menurut direktur rumah sakit Hossam Abu Sfiya.

Pengeboman Israel lainnya dilaporkan terjadi di Jalur Gaza, menargetkan wilayah di Rafah dan Khan Younis.

Serangan udara di kamp pengungsi Yabna yang padat di Rafah menewaskan tiga anak pada hari Selasa, kata Al Jazeera Arab.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, 85 orang tewas dan 200 orang terluka dalam 24 jam terakhir, menjadikan jumlah korban tewas sejak 7 Oktober menjadi 35.647 orang.

Sementara itu, pasukan Israel terus masuk lebih dalam ke kamp pengungsi Jabalia di bawah perlindungan pengeboman udara yang hebat.

Serangan darat terhadap kamp Jabalia, yang terletak di utara Gaza, dimulai hampir dua minggu lalu dan telah menyebabkan pertempuran paling sengit antara Hamas dan pasukan Israel sejak dimulainya perang.

Tank-tank dan pengeboman Israel telah merusak kawasan pemukiman, dan buldoser militer merobohkan toko-toko dan properti, kata penduduk kepada Reuters.

“Israel menghancurkan kamp tersebut di atas kepala rakyat. Pengeboman tidak pernah berhenti,” kata warga kamp pengungsi Jabalia, Abu el-Nasser.

“Dunia menyerukan lebih banyak makanan untuk masuk ke Gaza. Kami ingin menyelamatkan nyawa, bukan makanan tambahan,” pungkas El-Nasser.[medcom]

Share :

Baca Juga

Dunia

Akankah Kembalinya Wajib Militer Lindungi Eropa?

Dunia

Kamp Pengungsi Khan Younis Dibantai Israel, 71 Orang Tewas

Agama

Dua Jemaah Haji Aceh Meninggal Dunia di Arab Saudi

Dunia

Keir Starmer Resmi Dilantik Jadi PM Baru Inggris

Dunia

Terungkap! AS Kirim 27.100 Bom & Rudal ke Israel untuk Bombardir Gaza

Dunia

Rombongan Unimal Disambut Duta Besar Rusia

Dunia

Sosok Raja Muslim Terkaya Sepanjang Sejarah, Harta Tembus Rp 8.000 T

Dunia

Unimal Jalin Kerja Sama dengan KSPEU Kazan Rusia