Home / Nasional / Politik

Selasa, 23 April 2024 - 20:38 WIB

Pakar Asing soal Putusan Sidang Sengketa Pilpres 2024: MK Terjebak

Pakar politik dan keamanan internasional Universitas Murdoch dari Australia, Ian Wilson, mengkritik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal sengketa Pilpres 2024, Senin (22/4). (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Pakar politik dan keamanan internasional Universitas Murdoch dari Australia, Ian Wilson, mengkritik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal sengketa Pilpres 2024, Senin (22/4). (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Jakarta – Pakar politik dan keamanan internasional Universitas Murdoch dari Australia, Ian Wilson, mengkritik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal sengketa Pilpres 2024, Senin (22/4).

Wilson menyoroti salah satu putusan MK yang menilai pencalonan wakil presiden Gibran Rakabuming di Pilpres 2024 sah dan dianggap tak terbukti ada unsur nepotisme.

“Keputusan dapat diprediksi. MK terjebak, mengingat bahwa keputusan MK tentang pencalonan Gibran, yang walaupun dinilai tidak etis karena peran Anwar Usman (Paman Gibran) sebagai ketua MK dalam keputusan itu, tetap dipertahankan,” ujar Wilson kepada CNNIndonesia,com pada Senin malam.

Pada Senin, MK menggelar sidang putusan permohonan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) yang diajukan pasangan calon nomor urut 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan pasangan calon nomor urut 03 Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Baca Juga  Begini Cara Cek Sertifikat Tanah Asli atau Palsu Online

Mereka mengajukan sejumlah gugatan seperti pengaruh bantuan sosial ke pemilih, intervensi presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi), kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif dalam Pilpres, hingga status pencalonan Gibran yang dipertanyakan.

Dalam sidang yang berlangsung Senin, MK menyatakan pencalonanan Gibran sebagai cawapres sah dan memenuhi syarat pada Pilpres 2024.

Hakim Konstitusi Arief Hidayat menyoroti bahwa perubahan syarat pasangan calon sebagaimana diputus dalam Putusan MK Nomor 90/PUU-XX1/2023 sehingga meloloskan Gibran sebagai cawapres yang sah tidak serta merta bisa dipandang sebagai bentuk nepotisme atau abuse of power dari Presiden Joko Widodo

Lebih lanjut, Arif mengatakan MK memandang latar belakang dan keberlakuan aturan tersebut sudah dilegalkan berkali-kali, seperti dalam Putusan MK Nomor 141/PUU-XXI/2023, Putusan MK Nomor 145/PUU-XXI/2023 serta Putusan MK Nomor 150/PUU-XXI/2023.

MK menilai tidak ada persoalan mengenai keberlakuan syarat tersebut. Arief juga menyinggung putusan etik berat oleh Majelis Kehormatan MK (MKMK) terkait putusan 90 itu.

“Berkenaan dengan dalil Pemohon a quo, menurut Mahkamah, adanya Putusan MKMK Nomor 2/MKMK/L/11/2023 yang menyatakan adanya pelanggaran berat etik dalam pengambilan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 90/PUU-XXI/2023 tidak serta-merta dapat menjadi bukti yang cukup untuk meyakinkan Mahkamah bahwa telah terjadi tindakan nepotisme yang melahirkan abuse of power Presiden dalam perubahan syarat pasangan calon tersebut,” ujar Arief.

Baca Juga  Magister Sosiologi Unimal Jalani Asesmen Lapangan untuk Akreditasi BAN-PT

Dia lantas menegaskan MKMK tak berwenang membatalkan keberlakuan putusan Mahkamah Konstitusi.

Dalam konteks perselisihan hasil Pemilu, lanjut Arif, persoalan yang dapat didalilkan bukan lagi mengenai keabsahan atau konstitusionalitas syarat. Namun, kata dia lebih tepat ditujukan kepada keterpenuhan syarat dari para pasangan calon peserta Pemilu.

“Dengan demikian, menurut Mahkamah tidak terdapat permasalahan dalam keterpenuhan syarat tersebut bagi Gibran Rakabuming Raka selaku calon wakil presiden dari pihak terkait dan hasil verifikasi serta penetapan pasangan calon yang dilakukan oleh Termohon telah sesuai dengan ketentuan tersebut,” ungkap Arif.

Dia juga menerangkan tak ada bukti yang meyakinkan MK soal intervensi Jokowi dalam perubahan syarat pasangan calon dalam Pemilu.

Sumber: cnnindonesia.com

Share :

Baca Juga

Nasional

Magister Sosiologi Unimal Jalani Asesmen Lapangan untuk Akreditasi BAN-PT

Daerah

Pilkada Aceh 2024 dan Tahapannya

Nasional

Begini Cara Cek Sertifikat Tanah Asli atau Palsu Online

Nasional

Begini Cara Memindahkan File Menggunakan Google Takeout

Nasional

Mengintip Gaji Ketua KPU Hasyim Asy’ari Sebelum Dipecat

Figur

Abuya Syech Amran Wali Al Khalidy Sambut Tiga Sultan di MPTT Cawang Jakarta

Agama

Besok 1 Muharam 1446 H, Intip Tradisi Sambut Tahun Baru Islam di Dunia

Dunia

Keir Starmer Resmi Dilantik Jadi PM Baru Inggris