Home / Dunia

Senin, 15 April 2024 - 12:57 WIB

Kabinet Perang Israel Berdebat 3 Jam soal Rencana Balas Dendam ke Iran

Kabinet Perang Israel berdiskusi hingga tiga jam soal strategi balas dendam ke Iran. Foto: AFP/OHAD ZWIGENBERG

Kabinet Perang Israel berdiskusi hingga tiga jam soal strategi balas dendam ke Iran. Foto: AFP/OHAD ZWIGENBERG

LinkkaMedia – Kabinet Perang Israel yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, sepakat melakukan pembalasan terhadap Iran atas serangan drone dan misil pada Minggu (14/4).

Meski demikian, kabinet itu disebut masih berdebat soal kapan dan skala respons balasan terhadap Iran.

Dilansir Times of Israel, kabinet perang Israel yang beranggotakan lima perang disebut belum mencapai keputusan mengenai serangan balasan ke Iran, usai lebih dari tiga jam berunding.

Baca Juga  Soal Putusan Mahkamah Internasional terhadap Israel, Ini Kata Pemerintah China

Hal ini terutama usai pemerintah Amerika Serikat mendesak Netanyahu untuk “berpikir dengan hati-hati dan strategis”.

Surat kabar harian Israel, Hayom, mengutip seorang pejabat Israel hanya menyatakan bahwa “akan ada tanggapan” atas serangan Iran. Sementara kantor PM Netanyahu menyebut meski belum ada keputusan yang diambil, militer Israel IDF akan memberikan beberapa opsi.

Menurut beberapa laporan media Ibrani, menteri di Kabinet Perang Benny Gantz dan rekannya dari partai Persatuan Nasional Gadi Eisenkot, mengusulkan untuk menyerang balik ketika serangan Iran masih berlangsung.

Usulan ini ditentang keras oleh Netanyahu, Menteri Pertahanan Yoav Gallant, Kepala IDF Herzi Halevi, dan lainnya, mengingat Angkatan Udara Israel saat itu tengah fokus menghalau rudal dan drone Iran.

Baca Juga  Soal Putusan Mahkamah Internasional terhadap Israel, Ini Kata Pemerintah China

Dalam pernyataan terpisah, Presiden AS Joe Biden menyatakan negaranya tidak akan ambil bagian dalam serangan balas dendam Israel ke Iran.

Berdasarkan Reuters, Senin (15/4), perang terbuka antara Israel dan Iran memang memicu respons dunia. Posisi AS sebagai negara besar ikut menjadi perhatian, sedangkan negara-negara Arab memilih untuk menghindari terjadi eskalasi lebih lanjut.

“Timur Tengah berada di ambang kehancuran. Masyarakat di kawasan ini sedang menghadapi bahaya nyata berupa konflik berskala penuh yang menghancurkan. Sekarang adalah waktunya untuk meredakan ketegangan dan meredakan ketegangan,” kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres kepada Dewan Keamanan.

Sumber:CNN Indonesia

Share :

Baca Juga

Dunia

Soal Putusan Mahkamah Internasional terhadap Israel, Ini Kata Pemerintah China

Dunia

Akankah Kembalinya Wajib Militer Lindungi Eropa?

Dunia

Kamp Pengungsi Khan Younis Dibantai Israel, 71 Orang Tewas

Agama

Dua Jemaah Haji Aceh Meninggal Dunia di Arab Saudi

Dunia

Keir Starmer Resmi Dilantik Jadi PM Baru Inggris

Dunia

Terungkap! AS Kirim 27.100 Bom & Rudal ke Israel untuk Bombardir Gaza

Dunia

Rombongan Unimal Disambut Duta Besar Rusia

Dunia

Sosok Raja Muslim Terkaya Sepanjang Sejarah, Harta Tembus Rp 8.000 T