Home / Daerah / Ekonomi

Minggu, 21 April 2024 - 22:34 WIB

Jadi Petani Melon, Geuchik Alue Keurinyai Raup Keuntungan Ratusan Juta Rupiah

Geuchik Alue Keurenyai, Rasyidin (49) sedang memperlihatkan melon jenis Alisha

Geuchik Alue Keurenyai, Rasyidin (49) sedang memperlihatkan melon jenis Alisha

Aceh Utara – Jadi seorang Geuchik Gampong Alue Keurinyai Kecamatan Banda Baro, Aceh Utara, tidak menyurutkan jiwa bertani bagi Rasyidin (49) yang bisa meraup ratusan juta rupiah dari hasil mengembangkan budidaya melon di tanah seluas empat hectare.

Area persawahan di Alue Keurinyai mayoritas merupakan lahan tadah hujan atau kritis yang tidak memiliki sistem irigasi atau waduk penyimpan air. Para petani selama ini hanya mengandalkan hujan untuk menggarap lahan mereka.

Kata Rasyidin, Minggu (21/4/2024) bahwa dari puluhan hektar lahan persawahan kritis, mereka telah berhasil memanfaatkan empat hektar untuk budidaya tanaman melon, semangka, dan cabai. Hasilnya sungguh memuaskan, dengan mencapai empat kali panen dalam satu tahun.

Baca Juga  Hitung Ulang Surat Suara, Kursi Gerindra di DPRA Beralih ke PAS di Aceh Timur

Untuk menanam melon, tentu dibutuhkan pasokan air. Meskipun demikian, kebutuhan air untuk melon jauh lebih sedikit dibandingkan dengan padi. Untuk mengatasi hal ini, mereka telah membuat enam sumur bor bantuan dari Dinas Pertanian Aceh Utara.

“Meskipun demikian, untuk memenuhi kebutuhan air yang optimal, para petani di Alue Keurinyai masih membutuhkan tambahan 15 sumur bor,” kata Rasyidin.

Rasyidin mengatakan budidaya melon berada langsung dibawah Kelompok Beusarena, yang beranggotakan 20 orang. Sementara modal yang dibutuhkan untuk budidaya melon mencapai jutaan rupiah.

“Untuk menanam satu rante saja, kami membutuhkan modal dua juta rupiah, harga ini sudah termasuk bibit, pupuk, obat-obatan dan perawatan lainnya,” katanya.

Dia menyebutkan dalam satu rante, mereka dapat menanam 500 batang melon dengan hasil setiap batang rata-rata 2,5 kilogram buah. Sementara harga jual Rp 5.000/Kg-Rp 10.000/Kg, tergantung jenis melon. Adapun jenis melon yang dibudidaya yakni melon Alina dan Alisha.

Baca Juga  Selebgram Asal Aceh Jaya Jadi Tersangka Promosi Judi Online

“Setiap kali panen melon para agen langsung datang beli dan panen di lahan dan selalu dilakukan pada malam hari, hasil melon kami umumnya didistribusikan ke luar Aceh seperti Medan hingga Batam,” katanya.

Rasyidin menyebutkan, dalam budidaya melon ini, pihaknya juga mendapat binaan langsung, baik dari Dinas Pertanian Aceh, Dinas Pertanian Aceh Utara, camat Banda Baro, dan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Banda Baro.

“Jika dilihat dari pembukuan keuangan per tahun dari empat kali panen melon sudah ada sekitar ratusan juta didapatkan dari budidaya melon ini. Tentu ini angka yang sangat membahagiakan kami dalam memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.[]

Share :

Baca Juga

Daerah

Hitung Ulang Surat Suara, Kursi Gerindra di DPRA Beralih ke PAS di Aceh Timur

Daerah

Selebgram Asal Aceh Jaya Jadi Tersangka Promosi Judi Online

Daerah

Unimal Gelar Lomba Opini Tingkat Nasional, Ini Para Pemenangnya

Daerah

Tiga Rumah Di Lhokseumawe Terbakar, Kerugian Capai Rp 500 Juta

Daerah

Pilkada Aceh 2024 dan Tahapannya

Berita Desa

Geuchik Bangka Jaya Adakan Pelatihan Penguatan Aparatur Gampong

Daerah

43 orang ditangkap dalam kasus penyelundupan etnis Rohingya ke Aceh

Daerah

Tokoh Ulama Peusijuek Danramil dan Kapolsek Dewantara yang Baru