Home / Dunia

Kamis, 7 Maret 2024 - 23:05 WIB

Israel Tolak Usulan Gencatan Senjata Hamas, Warga Gaza Masuki Ramadan dalam Kondisi Perang?

Warga Palestina menyelamatkan seorang anak yang terluka dari bawah reruntuhan rumah keluarganya yang hancur akibat serangan udara Israel di kota Deir Al Balah selatan, Jalur Gaza selatan, 07 Maret 2024. Lebih dari 30.500 warga Palestina dan lebih dari 1.300 warga Israel tewas, menurut Kementerian Kesehatan Palestina dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF), sejak militan Hamas melancarkan serangan terhadap Israel dari Jalur Gaza pada 07 Oktober 2023, dan operasi Israel di Gaza dan Tepi Barat setelahnya. EPA-EFE/MOHAMMED SABRE

Warga Palestina menyelamatkan seorang anak yang terluka dari bawah reruntuhan rumah keluarganya yang hancur akibat serangan udara Israel di kota Deir Al Balah selatan, Jalur Gaza selatan, 07 Maret 2024. Lebih dari 30.500 warga Palestina dan lebih dari 1.300 warga Israel tewas, menurut Kementerian Kesehatan Palestina dan Pasukan Pertahanan Israel (IDF), sejak militan Hamas melancarkan serangan terhadap Israel dari Jalur Gaza pada 07 Oktober 2023, dan operasi Israel di Gaza dan Tepi Barat setelahnya. EPA-EFE/MOHAMMED SABRE

LinkkaMedia – Kelompok pejuang Palestina Hamas mengatakan pada Kamis 7 Maret 2-24 bahwa delegasinya telah meninggalkan ibu kota Mesir, Kairo. Hamas menegaskan pembicaraan mengenai gencatan senjata di Gaza dan pembebasan sandera akan dilanjutkan minggu depan. Akibatnya, sehingga sangat tidak mungkin bahwa mediator akan menengahi kesepakatan sebelum bulan suci Ramadan.

Juru bicara Hamas Jihad Taha mengatakan Israel “menolak berkomitmen dan memberikan jaminan mengenai gencatan senjata, pemulangan pengungsi, dan penarikan diri dari wilayah serangannya.” Namun dia mengatakan, pembicaraan masih berlangsung dan akan dilanjutkan minggu depan.

Para pejabat Mesir sebelumnya mengatakan perundingan menemui jalan buntu atas permintaan Hamas untuk melakukan proses bertahap yang berpuncak pada diakhirinya perang. Namun, mereka tidak mengesampingkan kesepakatan sebelum Ramadan, yang diperkirakan akan dimulai pada Minggu dan muncul sebagai tenggat waktu informal.

Amerika, Mesir dan Qatar telah berusaha selama berminggu-minggu untuk menengahi kesepakatan mengenai gencatan senjata enam minggu dan pembebasan 40 sandera yang ditahan di Gaza dengan imbalan warga Palestina yang dipenjara di Israel.

Para pejabat Mesir mengatakan Hamas telah menyetujui syarat-syarat utama perjanjian tersebut sebagai tahap pertama. Namun, kelompok yang berkuasa di Gaza itu menginginkan komitmen yang akan mengarah pada gencatan senjata yang lebih permanen.

Hamas mengatakan pihaknya tidak akan membebaskan seluruh sandera yang tersisa tanpa penarikan penuh Israel dari wilayah tersebut. Kelompok Palestina diyakini menyandera sekitar 100 orang—30 orang lainnya tewas akibat serangan bom Israel— yang ditangkap dalam serangan Hamas pada 7 Oktober yang memicu perang.

Hamas juga menuntut pembebasan sejumlah besar tahanan, termasuk petinggi Hamas yang menjalani hukuman seumur hidup, sebagai ganti sandera yang tersisa.

Israel secara terbuka telah mengesampingkan tuntutan tersebut, dan mengatakan pihaknya bermaksud untuk melanjutkan serangan setelah gencatan senjata dengan tujuan menghancurkan Hamas.

Para pejabat Mesir mengatakan Israel ingin membatasi perundingan pada perjanjian yang lebih terbatas. Mereka berbicara dengan syarat anonim karena tidak berwenang membahas negosiasi tersebut dengan media.

Kedua pejabat tersebut mengatakan mediator masih menekan kedua pihak untuk melunakkan posisi mereka.

Ramadan, bulan puasa dimana umat Muslim tidak makan dan minum dari fajar hingga senja, sering kali menyaksikan peningkatan ketegangan Israel-Palestina terkait akses ke tempat suci utama di Yerusalem. Diperkirakan akan dimulai pada Minggu atau Senin, namun bergantung pada penampakan bulan.

Sumber: ARAB NEWS

Share :

Baca Juga

Dunia

Akankah Kembalinya Wajib Militer Lindungi Eropa?

Dunia

Kamp Pengungsi Khan Younis Dibantai Israel, 71 Orang Tewas

Agama

Dua Jemaah Haji Aceh Meninggal Dunia di Arab Saudi

Dunia

Keir Starmer Resmi Dilantik Jadi PM Baru Inggris

Dunia

Terungkap! AS Kirim 27.100 Bom & Rudal ke Israel untuk Bombardir Gaza

Dunia

Rombongan Unimal Disambut Duta Besar Rusia

Dunia

Sosok Raja Muslim Terkaya Sepanjang Sejarah, Harta Tembus Rp 8.000 T

Dunia

Unimal Jalin Kerja Sama dengan KSPEU Kazan Rusia